May Jomaa

Kolaborasi InemaHarmony menghadirkan pribadi-pribadi dengan latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda dalam satu project yang didasari oleh kesamaan visi. Kesamaan visi inilah yang kemudian menghapus segala perbedaan, kecanggungan dan ketidaktahuan menjadi sebuah semangat yang penuh kebersamaan. Semangt kebersamaan ini kemudian membangun suasana yang lebih akrab hingga layaknya keluarga seniri.

May Jouma, salah satu personil Harmony Band bahkan menyampaikan kegembiraannya mendapat pengalaman yang menyenangkan dalam kolaborasi InemaHarmony. May merasa perbedaan latar belakang budaya dan bahasa malah menimbulkan motivasi untuk mengetahui lebih jauh tentang Indonesia, khususnya tentang Inema.

Bersama Hamza dan anggota lainnya, May membentuk Harmony Band ketika mereka masih menyelesaikan study di sebuah perguruan tinggi di Beirut, Lebanon. Keinginan untuk menyampaikan pesan kebaikan Islam kepada sesama memang sudah menjadi komitmen bersama sejak awal membentuk band. Bersama Harmony Band, May telah melakukan lawatan ke beberapa negara di Eropa untuk mengadakan konser. Sejak awal melakukan perjalanan konser, Harmony Band sudah berkomitmen untuk melakukannya demi membangun citra Agama Islam.

Seluruh konser yang pernah diselenggarakan merupakan konser amal yang dibiayai sendiri, dalam hal Harmony Band mendapatkan keuntungan dari menggelar sebuah konser, maka keuntungan tersebut langsung diamalkan untuk kepentingan syiar dan dakwah.

Disela kesibukan bekerjasama dengan Inema, May menyampaikan berbagai pesan kepada juniornya, para pelantun sholawat dari Inema. Salah satu pesan yang terbukti mampu membangun motivasi bagi Fitriana, Syahla dan Wangi adalah pesan tentang memahami tujuan dalam melangkah berkarier sebagai penyanyi.

Ibu rumahtangga yang sehari-harinya bekerja sebagai Perawat di sebuah rumah sakit di Lebanon ini mengatakan bahwa keikhlasan untuk bernyanyi hanya karena Allah SWT dan tidak mengejar kepopuleran untuk menghasilkan materi berlebihan adalah salah satu bekal agar mendapat berbagai kemudahan dalam berkarier sebagai penyanyi.

Selain menyampaikan pesan-pesan motivasi kepada para penyanyi belia Inema,May tidak segan untuk berbagi pengetahuan tentang teknik bernyanyi yang baik dan benar, khususnya dalam membawakan lagu dengan syair berbahasa Arab. Baik Fitriana, Syahla maupun Wangi nerasa sangat terbantu oleh May dan kawan-kawan yang memahami betul ketentuan dan teknik pengucapan kata dalam syair berbahasa Arab, karena May menyampaikan arahan dengan sabar dan lembut.

Apa yang dilakukan oleh May Jouma dan kawan-kawan dalam proses kolaborasi ini merupakan hal yang semakin memantapkan langkah Inema untuk bekerja lebih baik lagi dalam memproduksi karya-karya lagu religi selanjutnya.

Leave a Reply